PONTIANAK – Warta Sunda Nusantara,
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono resmi melantik Ardiansyah
sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum
(PDAM) Tirta Khatulistiwa. Pelantikan Dirut PDAM terpilih ini dilakukan setelah
melalui proses seleksi beberapa waktu lalu oleh panitia seleksi. Jajaran
direksi lainnya adalah Direktur Pelayanan Wawan Hari Purnomo A dan Direktur
Administrasi dan Keuangan Sasmita. "Saya minta Dirut PDAM bisa bekerja maksimal
dengan capaian target-target dalam memberikan pelayanan air bersih kepada warga
Kota Pontianak," ujarnya usai melantik di Aula Sultan Syarif Abdurrahman
Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (25/9/2020).
Edi
menambahkan, masih banyak tantangan yang dihadapi PDAM Kota Pontianak berupa
target yang harus dicapai. Diantaranya, menurunkan tingkat kebocoran air yang
sekarang sudah mencapai di atas 30 persen, menyelesaikan tunggakan yang sudah
di atas Rp20 miliar serta kualitas air yang masih menjadi keluhan pelanggan,
termasuk sambungan air bersih yang ditargetkan bisa mencakup 100 persen.
"Tantangan-tantangan ini harus bisa dicapai dan dituntaskan,"
ungkapnya.
Sebagai
Perumda yang sudah maju, berkembang dan sudah diakui sebagai sepuluh besar PDAM
terbaik se-Indonesia, Edi berharap hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan
segala potensi yang ada, baik itu SDM maupun aset yang sudah terbangun.
"Saya berharap direksi bisa mengoptimalkan SDM yang ada. Saya yakin PDAM
sudah sangat profesional, sangat ahli dan berkompeten, baik dari sisi jumlah
maupun kompetensi dan kualitas dari SDM yang ada," katanya.
Ia
berpesan agar jajaran direksi PDAM bisa memanfaatkan semaksimal mungkin potensi
yang dimiliki serta kerjasama tim yang baik. "Manfaatkan potensi yang ada
berupa aset, baik itu yang ada di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Imam Bonjol
maupun IPA yang ada di beberapa titik. Kembangkan, optimalkan dan
efisiensikan," ucap Edi.
Menurutnya,
ada beberapa persoalan yang harus ditangani PDAM terkait kualitas air.
Sebagaimana diketahui, yang menjadi permasalahan utama adalah persediaan air
baku. Edi berkata, air baku berdasarkan Undang-undang adalah tanggung jawab
pemerintah pusat. Oleh sebab itu dirinya meminta Dirut PDAM
mengoptimalkan koordinasi dengan Sumber Daya Air (SDA). "Sebab penyediaan
air baku yang ada di Penepat termasuk jaringannya merupakan tanggung jawab
SDA," sebutnya.
Selain
itu, lanjut Edi, pipa-pipa yang sudah tua dan kualitasnya menurun sudah saatnya
dilakukan peremajaan. Ia berharap dalam kurun waktu satu atau dua tahun ke
depan tingkat kebocoran bisa ditekan di bawah 25 persen. Jajaran PDAM juga
diminta meningkatkan kompetensi, selalu belajar dan melakukan koordinasi,
baik di lingkungan PDAM sendiri, Pemkot Pontianak maupun Dewan Pengawas PDAM
serta tenaga ahli. "Kemudian buat program-program yang bisa menjadikan
PDAM Kota Pontianak benar-benar unggul dan airnya berkualitas sehingga
keluhan-keluhan yang selama ini bisa terjawabkan," imbuhnya.
Dirut
PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak, Ardiansyah mengatakan pihaknya akan
mendukung program nasional yakni seratus-nol-seratus dimana sudah
diimplementasikan di dalam RPJMD di akhir tahun 2024. "Diharapkan PDAM
sudah mencapai 100 persen cakupan pelayanannya," katanya.
Terkait
persoalan kualitas air yang sering berubah warna karena musim hujan, PDAM
secara bertahap akan melakukan otomatisasi pipa yang ada di Imam Bonjol, Selat
Panjang maupun Sungai Jawi Luar.
Demikian
pula masalah kualitas air baku yang terinterusi air laut dikarenakan musim
kemarau, pihaknya akan melakukan perluasan Waduk Penepat. "Saat ini hanya
sekitar satu hektar yang bisa dimanfaatkan, dan akan kita perluas menjadi
sembilan hektar," sebut Ardiansyah.
Untuk
tingkat kebocoran air yang mencapai di atas 30 persen, secara bertahap akan
ditekan menjadi 25 persen hingga tahun 2025. Di tahun 2021 pihaknya akan
berupaya menurunkan tingkat kebocoran antara 28-31 persen. Langkah-langkah yang
akan dilakukan adalah dengan melakukan kajian, kemudian pembentukan District
Metering Area (DMA), melakukan pengaturan tekanan, kemudian menginventarisasi
pipa. "Termasuk pemetaan, kita akan melakukan peremajaan pipa-pipa yang
sudah tua dengan menggantinya," terangnya.
Masalah
tunggakan, PDAM akan menjalin kerjasama dengan Pemkot Pontianak, dalam hal ini
pihak kecamatan, kelurahan, RT/RW untuk menurunkan tunggakan yang mencapai Rp20
miliar. Sementara untuk pengembangan SDM, akan dilakukan pembinaan dan
pengembangan karyawan. "Termasuk juga melakukan analisa beban kerja dan
jabatan, analisa kebutuhan pelatihan, analisa untuk jenjang karir,"
pungkasnya.**** (prokopim)

Komentar